Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 November 2017

Menaksir dan membulatkan Bilangan

November 01, 2017 0 Comments

Pembulatan dan Penaksiran,- Kali ini kita akan belajar tentang pembulatan dan Penaksiran. Materi ini bukan lah materi yang sulit, Pembulatan dan Penaksiran sering kali terjadi di kehidupan kita sehari-hari misalnya ketika kita akan memperkirakan harga barang dan memperkirakan hasil dari suatu perhitungan misalnya itu disebut dengan penafsiran, dan hasil dari Penafsiran/perkiraan tersebut seringkali dilakukan Pembulatan. mari kita pelajari lebih dalam tentang Pembulatan dan Penaksiran perhatikan materi berikut ini :
Pembulatan dan Penaksiran, Meteri Matematika Kelas 4 SD Semester 1

Pembulatan Bilangan 

Berikut ini aturan dalam pembulatan bilangan

1. Pembulatan Bilangan ke Satuan Terdekat

Apabila kita akan melakukan pembulatan bilangan satuan terdekat kita harus memperhatikan angka pada persepuluhan atau angka dibelakang koma. Jika angka tersebut kurang dari 5 (4,3,2,1) maka bilangan dibulatkan kebawah atau angka dibelakang koma di hilangkan
Contoh : 
1,3 ( angka 3 kurang dari 5) maka dibulatkan menjadi 1 Namun jika angka tersebut lebih atau sama dengan 5 (5,6,7,8,9) maka bilangan dibulatkan ke atas atau satuan ditambah 1
1, 6 (angka 6 lebih dari 5) maka dibulatkan menjadi 2

2. Pembulatan Bilangan ke Puluhan Terdekat

Apabila kita akan melakukan pembulatan bilangan puluhan terdekat kita harus memperhatikan angka pada satuan. Jika angka tersebut kurang dari 5 (4,3,2,1) maka bilangan dibulatkan kebawah atau angka satuan di hilangkan.
Contoh :
24 (angka 4 kurang darai 5) maka dibulatkan menjadi 20 Namun jika angka tersebut lebih atau sama dengan 5 (5,6,7,8,9) maka bilangan dibulatkan ke atas atau puluhan ditambah 1
27 (angka 7 lebih dari 5) maka dibulatkan menjadi 30

3. Pembulatan Bilangan ke Ratusan Terdekat

Apabila kita akan melakukan pembulatan bilangan ratusan terdekat kita harus memperhatikan angka pada puluhan. Jika angka tersebut kurang dari 5 (4,3,2,1) maka bilangan dibulatkan kebawah atau angka puluhan dihilangkan.
Contoh : 
345 (angka 4 kurang dari 5) maka dibulatkan menjadi 300 Namun jika angka tersebut lebih atau sama dengan 5 (5,6,7,8,9) maka bilangan dibulatkan ke atas atau ratusan ditambah 1
365 (angka 6 lebih dari 5) maka dibulatkan menjadi 400
Ayo Berlatih 

1. Bulatkan ke satuan terdekat
    a. 1,7   =
    b. 8,9   =
    c. 12,3 =
2. Bulatkan ke puluhan terdekat
    a. 56  =
    b. 94  =
    c. 25  =
3. Bulatkan ke ratusan terdekat
    a. 185  =
    b. 576  =
    c. 141  =

Menaksir Hasil Operasi Hitung Dua Bilangan

Ada tiga cara menaksir hasil operasi hitung, Pertama taksiran atas, Kedua taksiran bawah, dan Ke tiga taksiran terbaik. Mari kita pelajari bersama-sama.

1. Taksiran Atas

Taksiran atas dilakukan dengan membulatkan ke atas bilangan-bilangan dalam operasi hitung, tanpa memperhatikan angka satuannya.
Contoh: Tentukan hasil dari operasi hitung 34 × 78.
Jawab: Karena taksiran atas, maka setiap bilangan puluhan dibulatkan ke atas.
34 dibulatkan ke atas menjadi 40
78 dibulatkan ke atas menjadi 80
Jadi, taksiran 34 × 578 adalah 40 × 80 = 3200

2. Taksiran Bawah 

Taksiran bawah dilakukan dengan membulatkan ke bawah bilangan-bilangan dalam operasi hitung, tanpa memperhatikan angka satuan
Contoh: Tentukan hasil taksiran bawah dari operasi hitung 34 × 78
Jawab: Karena ini taksiran bawah, maka bilangan puluhan dibulatkan ke bawah.
34 dibulatkan ke bawah menjadi 30
78 dibulatkan ke bawah menjadi 70
Jadi, taksiran 34 × 78 adalah 30 × 70 = 2100

3. Taksiran Terbaik 

Taksiran terbaik dilakukan dengan cara membulatkan bilangan-bilangan dalam operasi hitung menurut aturan pembulatan, dimana kita harus memperhatikan nilai satuan atau nilai puluhan,maupun nilai ratusan dan sebagainya. Jika angka kurang dari 5 (4,3,2,1) maka angka pada pembulatan dihilangkan dan jika angka lebih dari 5 (5,6,7,8,9) maka angka pada pembulatan ditambah 1 baik puluhan,ratusan,maupun ribuan dan sebagainya
Contoh: Tentukan hasil taksiran terbaik dari operasi hitung 34 × 78
Jawab: 34 menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 30
78 menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 80
Jadi, taksiran34 × 78 adalah 30 × 80 =2400
Demikianlah materi penaksiran semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari hari...SEMANGAT...

Mengurutkan Bilangan

November 01, 2017 0 Comments
 Mengurutkan Bilangan


Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan. Berikut ini cara membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan.

Membaca Lambang Bilangan

Perhatikan contoh cara membaca lambang bilangan berikut ini :
  • 8.750 dibaca delapan ribu tujuh ratus lima puluh.
  • 99.812 dibaca sembilan puluh sembilan ribu delapan ratus dua belas.
  • 769.132 dibaca tujuh ratus enam puluh sembilan ribu seratus tiga puluh dua.
  • 6.012 dibaca enam ribu dua belas
  • 7.032 dibaca tujuh ribu tiga puluh dua
  • 8.065 dibaca delapan ribu enam puluh lima.
  • 9.099 dibaca sembilan ribu sembilan puluh sembilan.
  • 10.000 dibaca sepuluh ribu.
Menulis Nama Bilangan
Untuk nama bilangan dapat kita uraikan seperti berikut:
1. Untuk bilangan satu digit
Bilangan0123456789
Nama Bilangannolsatuduatigaempatlimaenamtujuhdelapansembilan
2. Untuk dua digit : 10 dibaca sepuluh
3. Untuk 3 gigit : 100 dibaca seratus
4. Untuk bilangan empat digit : 1.000 dibaca seribu
5. Untuk bilangan lima digit : 10.000 dibaca sepuluh ribu
6. Untuk bilangan enam digit : 100.000 dibaca seratus ribu

Berikut ini beberapa contoh nama bilangan :
  • 5.023 dibaca lima ribu dua puluh tiga.
  • 6.050 dibaca enam ribu lima puluh.
  • 7.123 dibaca tujuh ribu seratus dua puluh tiga.
  • 8.765 dibaca delapan ribu tujuh ratus enam puluh lima.
  • 9.900 dibaca sembilan ratus sembilan puluh sembilan.
Menulis Lambang Bilangan
Berikut ini contoh menulis lambang bilangan :
  • lima ribu delapan belas ditulis 5.018
  • enam ribu dua puluh sembilan ditulis 6.029
  • tujuh ribu enam puluh empat ditulis 7.064
  • delapan ribu delapan ratus ditulis 8.800
  • sembilan ribu dua ratus empat puluh empat ditulis 9.244
  • sepuluh ribu ditulis 10.000
Menentukan Nilai Tempat
Contoh : 132.682
Ratusan ribuPuluhan ribuRibuanRatusanPuluhanSatuan
132682
Bilangan 132.682 jika ditulis dalam bentuk panjang menjadi :
100.000 + 30.000 + 2.000 + 600 + 80 + 2

Membandingkan Dua Bilangan
Untuk membandingkan bilangan, perhatikan urutan nilai tempat terbesar. Jika nilain-ilainya
sama, bandingkan nilai tempat selanjutnya, yaitu
  • a. urutan nilai tempat ratusan ribu,
  • b. urutan nilai tempat puluhan ribu,
  • c. urutan nilai tempat ribuan,
  • d. urutan nilai tempat ratusan,
  • e. urutan nilai tempat puluhan, dan
  • f. urutan nilai tempat satuan.
Tanda Pembanding
a) ... > ... artinya, lebih dari.
b) ... < ... artinya, kurang dari.
c) ... = ... artinya, sama dengan
Perhatikan contoh berikut.
Contoh:
  • 7.124 > 6.967, karena nilai tempat terbesarnya ribuan, yaitu 7 > 6.
  • 12.798 < 12.821, karena nilai tempat ratusannya, yaitu 7 < 8.
  • 435.345 = 435.345, karena semua angka pada setiap nilai tempat sama.
Membandingkan Dua Bilangan yang Melibatkan Dua Tempat
Untuk membandingkan dua bilangan dengan nilai tempat yang berbeda harus dipahami terlebih dahulu nilai tempat dari bilangan tersebut. Perhatikan contoh berilut ini :
Contoh :
Selisih nilai angka empat pada bilangan 241.548 adalah ....
Ratusan ribuPuluhan ribuRibuanRatusanPuluhanSatuan
200.00040.0001.000500408
Selisih nilai angka empat pada bilangan 241.548 adalah 40.000 dan 40. Selisih = 40.000 - 40 = 39.960.

Mengurutkan Bilangan dari Terkecil atau Terbesar
Untuk mengurutkan beberapa bilangan, bandingkan dahulu bilangan tersebut.
1. Mengurutkan Bilangan dengan Pola Teratur
Urutkan Bilangan berikut ini dari yang Terkecil
1) 36.425, 38.452, 35.452, 39.452, 37.452 (selisih 1000)
Jawab : 35.452, 36.452, 37.452, 38.452, 39.452
Urutkan berikut ini dari yang terbesar
1) 55.505, 55.105, 55.305, 55.405, 55.205 (selisih 100)
Jawab : 55.505, 55.405, 55.305, 55.205, 55.105

2. Mengurutkan Bilangan yang Tidak Berpola
Untuk menurutkan bilangan tidak berpola dapat dilakukan dengan membandingkan nilai
tempat dari bilangan-bilangan tersebut. Perhatikan contoh berilut :

Contoh : 25.125, 21.328, 28.149, 25.729, 22.575
Urutkan bilangan di atas dari yang terbesar !
BilanganPuluhan ribuRibuanRatusanPuluhanSatuan
25.12525125
21.32821328
28.14928149
25.72925729
22.57522575
Pada angka ribuan 8 > 5 > 2 > 1, sehingga diperoleh:
28.149 > 25.125 > 22.575 > 21.328
Pada angka ratusan yang angka ribuannya 5, 7 > 1, sehingga diperoleh:
28.149 > 25.729 > 25.125 > 22.575 > 21.328
Urutan bilangan dari yang terbesar adalah sebagai berikut
28.149, 25.729, 25.125, 22.575, 21.328.

Operasi Hitung Bilangan

November 01, 2017 0 Comments
  Operasi Hitung Bilangan
 
1.    Pengertian Bilangan
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan kompleks. Bilangan adalah suatu ide yang bersifat abstrak yang akan memberikan keterangan mengenai banyaknya suatu kumpulan benda. Lambang bilangan biasa dinotasikan dalam bentuk tulisan sebagai angka. Prosedur-prosedur tertentu yang mengambil bilangan sebagai masukan dan menghasil bilangan lainnya sebagai keluran, disebut sebagai operasi numeris.
Operasi uner mengambil satu masukan bilangan dan menghasilkan satu keluaran bilangan. Operasi yang lebih umumnya ditemukan adalah operasi biner, yang mengambil dua bilangan sebagai masukan dan menghasilkan satu bilangan sebagai keluaran. Contoh operasi biner adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, perpangkatan, dan perakaran. Bidang matematika yang mengkaji operasi numeris disebut sebagai aritmetika.
2.    Macam-macam Bilangan
a.             Bilangan Bulat
1.        Bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif.
2.        Sifat-sifat penjumlahan pada bilangan bulat:
a.         Sifat tertutup
Untuk setiap bilangan bulat a dan b, berlaku a + b = c dengan c juga bilangan bulat.
b.        Sifat komutatif
Untuk setiap bilangan bulat a dan b, selalu berlaku a + b = b + a.
c.         Sifat asosiatif
Untuk setiap bilangan bulat a, b, dan c selalu berlaku (a + b) + c = a + (b + c).
d.        Mempunyai unsur identitas
Untuk sebarang bilangan bulat a, selalu berlaku a + 0 = 0 + a. Bilangan nol (0) merupakan unsur identitas pada penjumlahan.
e.         Mempunyai invers
Untuk setiap bilangan bulat a, selalu berlaku a + (–a) = (–a) + a = 0. Invers dari a adalah –a, sedangkan invers dari –a adalah a.
3.        Jika a dan b bilangan bulat maka berlaku a – b = a + (–b).
4.        Operasi pengurangan pada bilangan bulat berlaku sifat tertutup.
5.        Jika p dan q bilangan bulat maka
a.         p x q = pq;
b.        (–p) x q = –(p x q) = –pq;
c.         p x (–q) = –(p x  q) = –pq;
d.         (–p) x (–q) = p x  q = pq.
6.        Untuk setiap p, q, dan r bilangan bulat berlaku sifat
a.         tertutup terhadap operasi perkalian;
b.        komutatif: p x q = q x p;
c.         asosiatif: (p x q) x r = p x (q x  r);
d.        distributif perkalian terhadap penjumlahan: p x (q + r) = (p x q) + (p x  r);
e.         distributif perkalian terhadap pengurangan: p x (q – r) = (p x q) – (p x  r).
7.        Unsur identitas pada perkalian adalah 1, sehingga untuk setiap bilangan bulat p berlaku p x 1 = 1 x p = p.
8.        Pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian.
9.        Pada operasi pembagian bilangan bulat tidak bersifat tertutup.
10.    Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat tidak terdapat tanda kurung, pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung berikut.
a.    Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
b.    Operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
c.    Operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) lebih kuat daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–), artinya operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) dikerjakan terlebih dahulu daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–).
Jadi bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari seluruh bilangan baik negatif, nol dan positif.
Contoh: -3,-2,-1,0,1,2,3,….
b.             Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan asli dan nol termasuk di dalamnya.
Contoh :
                     {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}
c.              Bilangan Prima
Dalam matematika, bilangan prima adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1, yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri. 2 dan 3 adalah bilangan prima. 4 bukan bilangan prima karena 4 bisa dibagi 2. Sepuluh bilangan prima yang pertama adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23 dan 29.
Jika suatu bilangan yang lebih besar dari satu bukan bilangan prima, maka bilangan itu disebut bilangan komposit.
Cara paling sederhana untuk menentukan bilangan prima yang lebih kecil dari bilangan tertentu adalah dengan menggunakan saringan Eratosthenes Secara matematis, tidak ada "bilangan prima yang terbesar", karena jumlah bilangan prima adalah tak terhingga.[1] Bilangan prima terbesar yang diketahui per 2013 adalah 257,885,161 − 1.[2] Bilangan ini mempunyai 17,425,170 digit dan merupakan bilangan prima Mersenne yang ke-48. M57885161 (demikian notasi penulisan bilangan prima Mersenne ke-48) ditemukan oleh Curtis Cooper pada 25 Januari 2013 yang merupakan profesor-profesor dari University of Central Missouri bekerja sama dengan puluhan ribu anggota lainnya dari proyek GIMPS.
Jadi bilangan prima adalah bilangan-bilangan  sail/asli yang hanya bisa dibagi dirinya sendiri dan satu, atau bilangan yang memiliki 2 faktor, dan angka satu bukan bilangan prima.
Contoh: 2,3,5,7,11,13,17,….
d.             Bilangan Real
Bilangan real adalah bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk decimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Bilangan real meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan −23/129, dan bilangan irrasional, seperti Ï€ dan √2, dan dapat direpresentasikan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan.
Note : Dalam notasi penulisan bahasa Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang koma “,” sedangkan menurut notasi ilmiah, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang tanda titik “.”.
Himpunan semua bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan R (real).
e.              Bilangan Desimal
Bilangan Desimal adalah di mana sistem ini menggunakan 10 macam simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sistem ini menggunakan basis 10. Bentuk nilai dari Sistem Bilangan Desimal ini dapat berupa integer desimal dan pecahan.
Integer Desimal adalah nilai desimal yang bulat, misalnya 8598 dapat diartikan :
bilangan desimal, integer, dasar teknik digital
Setiap simbol pada Sistem Bilangan Desimal mempunyai absolute value dan psition value. Absolute Value adalah nilai mutlak dari masing-masing digit bilangan. Sedangkan Positif Value adalah nilai bobot dari masing-masing digit bilangan tergantung letak posisinya yaitu bernilai basis dipangkatkan dengan urutan posisinya. Untuk lebih jelas perhatikan tabel di bawah ini.
sistem digital, desimal, angka
Dengan begitu maka bilangan desimal dari 8598 dapat diartikan sebagai berikut:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkzaStTI8lIxAsMSkngyiV3oAwEtYNNolloI6N2GlD-SvsM_OrDgu8i5M__qzaqFbSr3DKxXKuLA-BgOBiLrtT9x0A0AEh1bqUqVnU6Bss9e0Wl9YqvQX3hr3vYkAyK0hvuJmqt5vo0qx8/s320/desimal-3.JPG
Pecahan Desimal adalah nilai desimal yang mengandung nilai pecahan di belakang koma, misalnya nilai 183,75. Nilai tersebut dapat diartikan sebagai berikut :
desimal, pecahan, digital, analog
3.    Bilangan Genap dan Bilangan Ganjil
Bilangan genap adalah suatu bilangan yang habis dibagi dua. Dengan demikian 0 termasuk bilangan genap, karena 0 habis dibagi dua. Bilangan genap dapat dituliskan dengan bentuk rumus 2k, dengan k sembarang bilangan bulat. Jumlah dua bilangan genap artinya penjumlahan dari (2k)+(2k) hasilnya adalah 4k=2(2k). Misalnya 2k=n, maka bentuk terakhir dapat ditulis sebagai 2n, dimana ini merupakan rumus untuk bilangan genap. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah dua bilangan genap berapapun akan menghasilkan bilangan genap.
·      Jumlah dua bilangan ganjil adalah bilangan genap.
Jumlah dua bilangan ganjil artinya penjumlahan dari (2k-1)+(2k-1)yang hasilnya adalah 4k-2=2(2k-1).
Misalkan 2k-1=m, maka bentuk terakhir dapat ditulis sebagai 2m. dimana ini merupakan rumus untuk bilangan genap.
Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah dua bilangan ganjil berapapun akan menghasilkan bilangan genap.
·      Jumlah dua bilangan genap adalah bilangan genap.
Jumlah dua bilangan genap artinya penjumlahan dari (2k)+(2k)yang hasilnya adalah .
4k=2(2k)Misalkan 2k=n, maka bentuk terakhir dapat ditulis sebagai 2n. dimana ini merupakan rumus untuk bilangan genap.
Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah dua bilangan genap berapapun akan menghasilkan bilangan genap.
·      Bilangan ganjil ditambah bilangan genap adalah bilangan ganjil.
Jumlah dua bilangan dengan yang satu adalah bilangan ganjil dan yang satunya adalah bilangan genap artinya penjumlahan dari (2k-1)+(2k)yang hasilnya adalah 4k-1=2(2k)-1.
Misalkan. 2k=a, maka bentuk terakhir dapat ditulis sebagai 2a-1. dimana ini merupakan rumus untuk bilangan ganjil.
Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah dua bilangan dengan yang satu adalah bilangan ganjil dan yang satunya adalah bilangan genap akan menghasilkan bilangan ganjil.
·      Perkalian dua bilangan ganjil adalah bilangan ganjil
Perkalian antara bilangan ganjil dengan bilangan ganjil artinya perkalian antara (2k-1) \times (2k-1). Dimana hasilnya adalah 4k^2-4k+1. Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2(2k^2-2k)+1.
Misalnya 2k^2-2k=a. maka bentuk 2a+1adalah rumus untuk bilangan ganjil.
Sehingga hasil kali antara bilangan ganjil dengan bilangan ganjil adalah bilangan ganjil.
·      Perkalian dua bilangan genap adalah bilangan genap
Perkalian antara bilangan genap dengan bilangan genap artinya perkalian antara (2k) \times (2k). Dimana hasilnya adalah 4k^2. Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2(2k^2).
Misalnya 2k^2=b. maka bentuk 2badalah rumus untuk bilangan genap.
Sehingga hasil kali antara bilangan genap dengan bilangan genap adalah bilangan genap.
·      Bilangan ganjil dikali bilangan genap adalah bilangan genap.
Perkalian antara bilangan ganjil dengan bilangan genap artinya perkalian antara (2k-1) \times (2k). Dimana hasilnya adalah 4k^2-2k. Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2(2k^2-k).
Misalnya 2k^2-k=a. maka didapatkan bentuk 2a. dan bentuk 2aadalah rumus untuk bilangan genap.
Sehingga hasil kali antara bilangan ganjil dengan bilangan genap adalah bilangan genap.
·      Kuadrat dari bilangan ganjil adalah bilangan ganjil
Kuadrat dari bilangan ganjil artinya perkalian antara (2k-1) \times (2k-1). Dimana hasilnya adalah 4k^2-4k+1.
Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2(2k^2-2k)+1. Misalnya 2k^2-2k=a. maka bentuk 2a+1adalah rumus untuk bilangan ganjil.
Sehingga kuadrat dari bilangan ganjil adalah bilangan ganjil.
·      Kuadrat dari bilangan genap adalah bilangan genap
Kuadrat dari bilangan genap artinya perkalian antara (2k) \times (2k). Dimana hasilnya adalah 4k^2. Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2(2k^2).
Misalnya 2k^2=b. maka bentuk 2badalah rumus untuk bilangan genap.
Sehingga kuadrat dari bilangan genap adalah bilangan genap.
·      Rumus bilangan ganjil
Rumus untuk bilangan ganjil tentunya negasi atau kebalikan dari rumus untuk bilangan genap. Pada bilangan genap dikatakan bahwa bilangan genap adalah bilangan kelipatan 2, maka untuk bilangan ganjil adalah yang bukan kelipatan 2.
Setiap yang kelipatan 2 dapat dituliskan sebagai 2n. sehingga untuk yang bukan kelipatan 2 bisa dituliskan sebagai 2n + 1 atau 2n – 1. Artinya yaitu bilangan kelipatan 2 yang ditambah satu sama dengan bilangan yang bukan kelipatan 2. Sama halnya untuk dikurangi 1.
Misalnya bilangan 8 adalah bilangan genap dan merupakan bilangan kelipatan 2. Maka, 8 + 1 = 9 merupakan bilangan ganjil.
Begitu juga untuk 8 – 1 = 7 yang merupakan bilangan ganjil.
Sehingga rumus untuk bilangan ganjil adalah 2n + 1 atau 2n – 1. Untuk setiap n bilangan bulat.
Bilangan ganjil adalah bilangan yang jika dibagi 2 memiliki sisa 1. Contohnya jika kita punya bilangan 22 di bagi 2 akan menghasilkan 11 tanpa sisa. Sedangkan 23 jika dibagi 2 akan menghasilkan 11 sisa 1.
Bilangan ganjil dituliskan dengan bentuk rumus 2k-1 atau dapat ditulis dengan 2k+1  dengan k sembarang bilangan bulat. Jumlah dua bilangan ganjil atau penjumlahan (2k-1)+(2k+1) yang hasilnya adalah 4k-2=2(2k-1). Misalkan 2k-1=m, maka bentuk terakhir dapat ditulis sebagai 2m. Dimana ini merupakan rumus dari bilangan genap. Jadi, dapat disimpulkan bahwa jumlah dua bilangan ganjil berapapun akan menghasilkan dua bilangan genap.
Bilangan ganjil adalah bilangan yang tidak habis dibagi dua. Dan bilangan genap adalah bilangan yang habis dibagi 2.
Karena bilangan genap adalah bilangan yang habis dibagi dua, maka bilangan genap adalah bilangan 2 dan kelipatannya. yaitu 2, 4, 6, 8, 10, … dan kelipatan ke bawah yaitu 2, 0, -2, -4, -6, …
Bilangan-bilangan tersebut adalah bilangan genap, karena bilangan genap adalah bilangan kelipatan 2, maka bilangan genap dapat dituliskan dengan rumus 2n, dengan n adalah sebarang bilangan bulat.
Mengapa dituliskan dengan rumus 2n?
Kita tahu bahwa bilangan genap habis dibagi 2. Dan 2n juga habis dibagi 2. Sehingga kita bisa menuliskan dengan rumus 2n untuk setiap bilangan genap.
Mengapa tidak dituliskan dengan rumus 4n?
 Memang 4n habis dibagi 2. Dan setiap bilangan berbentuk 4n merupakan bilangan genap. Tetapi tidak semua bilangan genap berbentuk 4n. ini dikarenakan 4n adalah bilangan kelipatan 4.
Sehingga untuk bilangan genap yang bukan merupakan kelipatan 4, maka tidak bisa dituliskan ke dalam bentuk 4n. oleh karena itu, rumus 2n untuk bilangan genap digunakan karena 2n adalah bilangan kelipatan 2 dan bilangan genap juga merupakan kelipatan 2.
4.    Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang disajikan/ ditampilkan dalam bentuk a/b; dimana a, b bilangan bulat dan b ≠ 0. a disebut pembilang dan b disebut penyebut.
Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai p/q, dengan p dan q adalah bilangan bulat dan q ≠0. Bilangan p disebut pembilang dan bilangan q disebut penyebut. Pecahan dapat dikatakan senilai apabila pecahan tersebut mempuyai nilai atau bentuk paling sederhana sama
Contoh:
5/7; 5 dikatakan sebagai pembilang dan 7 dikatakan sebagai penyebut
10/45; 10 dikatakan sebagai pembilang dan 45 dikatakan sebagai penyebut
Berikut ini merupakan jenis-jenis pecahan:
1)        Pecahan Biasa
Yaitu pecahan dengan pembilang dan penyebutnya merupakan bilangan bulat
Contoh:
1/4 , 2/5 , 9/10
2)        Pecahan Murni
Yaitu pecahan yang pembilang dan penyebutnya merupakan bilangan bulat dan berlaku pembilang kurang atau lebih kecil dari penyebut. Pecahan murnai dapat dikatakan sebagai pecahan biasa tetapi pecahan biasa belum tentu dapat dikatakan sebagai pecahan murni
Contoh:
1/6 , 3/5, 7/15
3)        Pecahan campuran
Pecahan yang terdiri atas bagian bilangan bulat dan bagian pecahan murni
Contoh:
3 ½, 4 ½, 5 ¾,
4)        Pecahan desimal
Yaitu pecahan dengan penyebut 10, 100, 1000, dan seterusnya, dan ditulis dengan tanda koma,
Contoh:
0,4; 4,6; 9,2
5)        Persen atau perseratus
Pecahan dengan penyebut 100 dan dilambangkan dengan %
Contoh:
4% artinya 4/100
35% artinya 35/100
6)        Permil atau perseribu
Yaitu pecahan dengan penyebut 1.000 dan dilambangkan dengan%0
Contoh:
8%0 artinya 8/1000
125%0 artinya 125/1000

Follow Us @soratemplates